
Cerpen dvdrw2005@yahoo.com :
Facebook vs Pesbuk
Di suatu pagi nan asri Desa Sempu, tampaklah beberapa orang yang tengah asyik mengobrol di warung pecel Yu Jah. Pak Dul-lah yang paling tampak diantara komunitas pelanggan Yu Jah pagi itu. Ya….,karena kepulan asap rokok dia yang melebihi kawan-kawannya. Lha wong merk Ting We alias nglinting dhewe (melinting sendiri). Adalagi ciri khas dari Pak Dul! Orangnya kolot dengan segerobak argumentasi yang tak jelas dasar pasalnya. Pak Dul paling demen kalau debat kusir. Ada juga Mas Ma’il guru ngaji tamatan SMP di desa itu. Perangai yang sederhana, lugu dan benar-benar terkesan lillaahita’ala. Nach, yang menjadi tak biasa adalah kehadiran si Agus. Anak yang dandanannya paling perlente di warung itu adalah generasi paling membanggakan desa itu. Karena dia adalah orang kedua di desa itu yang bisa mengenyam bangku kuliah.
Sejurus kemudian datang seorang bocah yang berlari kecil menghampiri warung tempat berkumpul orang-orang tadi. Ternyata dia adalah Minto, anak Pak Dul yang duduk di kelas I SMA. Dengan rambut jambul imbas epidemic rambut bintang sinetron yang melambai-lambai terkena pantulan lari kecilnya.
“Pak,…..Pak e!”panggil dia ke Pak Dul. “Minta uang saku dong Pak e. Hari ini kan minggu aku mau ke warnet Pak,”lanjut dia dengan nafas setengah terengah.
“Kamu itu, uang saja. Memangnya emak gak ngasih kamu uang jajan ,to Le?”
“Cuma Rp.500,- ya kurang!”sambil agak memonyongkan bibir karena sebalnya.
“Daripada jajan mending kamu kenyangin aja kamu dengan nasi pecel Yu Jah ini. Biar Bapak bayarin sekenyang kamu, asal kamu jangan suka jajan!”
“Masalahnya Pak, saya tidak sedang mau jajan tapi buat facebook-an sama teman-teman.”
“Weh la dalah,kamu kecil-kecil udah suka pesbuk-an?” dengan nada kaget dan marah sambil matanya makin melotot.
“Bukan Pesbuk, Pak e. Tapi facebook”, dengan pelafalan seperti yang dia pelajari disekolahnya.“Kenapa memangnya Pak?”tanya Karminto kemudian sembari keheranan dengan respon Bapaknya yang terkesan lebai banget.
“Pesbuk itu Le, menurut patwa-patwa(maksudnya fatwa) yang Bapak dengar itu hukumnya haram. Bisa mendekatkan diri kita ke hal-hal yang jelek. Lha kamu itu lho…………..,kecil-kecil dah tahu pesbuk-pesbuk segala,” sambil meninggikan intonasi suaranya kira-kira tiga oktaf.
“Tapi Pak……..!” karminto berusaha meyakinkan Bapaknya.
dvdrw2005@yahoo.com